BAB V

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN

( toni6ir)

5.1.         Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan refleksi terhadap data yang diperoleh selama pelaksanaan tindakan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1)    Pada pelaksanaan siklus satu tingkat aktuvitas siswa rata-rata masih rendah keterlibatan siswa dalam diskusi kelompok mencapai 42 % keterlibatan siswa dalam diskusi kelas mencapai 50 %, sedangkan tingkat kemampuan siswa dalam mengusai materi ajar yaitu kelangkaan ( scarcity ) 68 %.

2)    Pada pelaksanaan siklus II, tingkat aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran mengalami kenaikan aktivitas yang mencapai 70 % sedangkan dalam diskusi antar kelompok mencapai 65 % kenaikan kemampuan siswa dalam mengusai materi ajar yaitu kelangkaan ( scarcity ) mencapai 82 % .Kenaikan aktivitas dan hasil belajar yang dicapai pada siklus II ini disebabkan oleh siswa lebih mempersiapkan diri dengan materi agar yang akan didiskusikan , rasa percaya diri siswa lebih tinggi. Kelompok yang satu sering dimotivasi oleh kelompok lain, masing-masing kelompok akan berusaha mempertahankan kelompoknya.

3)    Pemilihan metode pembelajaran yang tepat dapat merangsang siswa dalam mengembangkan aktivitas dan kreatifitasnya.

4)    Dari hasil analisis terdapat 37 orang siswa dari 40 orang siswa telah mencapai ketuntasan belajar 92 % dengan nilai rata-rata 8,3.

5)    Berdasarkan data hasil belajar yang diperoleh diatas , maka pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan LKS dapat meningkatkan kemampuan siswa mengenal kelangkaan ( scarcity ) pada siswa

26

27

kelas X.5 SMA Negeri Pangandaran tahun 2006/2007.

5.2.         Saran-saran

Dari hasil penelitian uyang dilaksanakan dapat dikemukakan sran sebagai berikut :

1)    Dalam pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model kerja kelompok tipe STAD dengan LKS  guru dituntut lebih memperhatikan siswanya terutama sistem monitoring yang lebih efektif dan efisien.

2)    Pembelajaran melalui metode diskusi/ kerja kelompok yang disertai dengan LKS dapat menimbulkan dampak positif untuk meningkatkan kwalitas pembelajaran serta dapat mendidik siswa lebih kreatif dan mandiri , maka perlu dilakukan pengembangan lebih lanjut.

3)    Penelitian tindakan kelas ( PTK ) perlu dibudayakan dikalangan guru agar terbiasa melaksanakan penelitian-penelitian walaupun dengan skala kecil.

4)    Bagi guru mitra yang akan menggunakan perangkat dan model pembelajaran ini hendaknya sebelum menggunakan terlebih dahulu melakukan simulasi dan selalu berkonsultasi dengan peneliti, sehingga kekurangan yang terjadi pada uji coba ini dapat teratasi sebelum mengajarkan di kelas.

-0-

Bila anda berkenan untuk sodakoh kirimlah pulsa ke nomor modem : 02657200071

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s